Berdayakan UKM, Pertumbuhan Ekonomi Meningkat

 

Surabaya, 19  September 2013

BKPPM-Surabaya: Surabaya sebagai kota jasa dan perdagangan mengalami perkembangan signifikan beberapa tahun terakhir. Salah satu indikatornya bisa dilihat dari angka pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat. Ternyata, dibalik capaian tersebut faktor pemberdayaan masyarakat memegang peranan penting dalam mendongkrak laju ekonomi.

Hal itu disampaikan Wali Kota Tri Rismaharini saat memberikan sambutan dalam acara the 4th International Conference on Local Government (ICLG) 2013 di Hotel Shangri-la, Kamis (19/9). Seminar yang diselenggarakan oleh Universitas 17 Agustus (UNTAG) bekerja sama dengan Khon Kaen University Thailand tersebut diikuti 17 negara. Peserta datang dari kalangan akademisi dan praktisi birokrat sejumlah negara.

Dalam sambutannya, Risma menyatakan bahwa pada 2010 pertumbuhan ekonomi Surabaya sebesar 5,11 persen. Sedangkan pada 2011, mengalami peningkatan menjadi 7,35 persen. Tak berhenti sampai di situ, sepanjang tahun 2012 Kota Pahlawan tercatat mampu membukukan angka pertumbuhan ekonomi hingga 7,64 persen. Nah, tren positif inilah yang diharapkan wali kota bisa dimanfaatkan sebagai peluang oleh masyarakat.

Lebih lanjut, Risma yang sempat masuk nominasi wali kota terbaik dunia ini menyatakan, yang menjadi prioritas utama saat ini adalah bagaimana meningkatkan kualitas kota menjadi lebih ramah, aman dan nyaman. Untuk merealisasikan itu, menurut dia, kesenjangan ekonomi harus dipangkas supaya warga bisa lebih nyaman hidup berdampingan.

Salah satu upaya pemkot dalam memangkas kesenjangan ekonomi yakni melalui berbagai program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat. Pemkot melalui Bapemas KB, Dinas Sosial, Dinas Koperasi dan UKM, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan secara intensif menggelar pelatihan dengan tujuan agar warga bisa mandiri dalam dunia usaha. “Termasuk ibu-ibu rumah tangga juga dilatih agar lebih berdaya membantu ekonomi keluarga. Hasilnya sungguh luar biasa. Mereka (ibu-ibu rumah tangga) sudah bisa melayani pesanan produk dari berbagai daerah. Bahkan hasil produksi juga sudah ada yang diekspor ke negara lain,” paparnya.

Di sisi lain, Kota Surabaya dalam melaksanakan pembangunan tidak pernah melupakan faktor lingkungan. Risma mengaku menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu kerja keras dan komitmen bersama dalam mengubah pola pikir.

Terkait hal ini, pemkot menggunakan pendekatan ekonomi dan ternyata langkah tersebut membuahkan hasil. Dengan bank sampah maupun metode daur ulang kreatif terbukti memiliki nilai ekonomis bagi warga. Artinya, ada pemasukan dari sampah yang sebelumnya dipandang sebagai sesuatu yang tidak mendatangkan manfaat sama sekali. “Cara pendekatan ekonomi ini sangat efektif sebab masyarakat memahami bahwa mengelola lingkungan itu ternyata juga bisa mendatangkan keuntungan secara ekonomi,” ujar alumnus ITS ini.